Setiap kali ku pulang menuju rumah,ada satu pemandangan sosial yang sering kali kulihat tiap kali kulihat sisi kiri jalanan Radio Dalam.Sesosok anak kecil yang sedang menarik gerobak yang penuh dengan isinya.Dan setiap melihat ini aku pun selalu didatangi oleh rasa iba.suatu hari di saatku berjalan kaki menuju rumah aku melihatnya lagi,rasa iba ini semakin menusuk saat ku melewati hadapnya.Dia terduduk lemas di samping gerobaknya.Terdorong hatiku untuk membelikan minum.Kubeli sebotol air mineral dan langsung kuberikan kepadanya.Dingin responnya terhadapku.Mungkin karena aku bukanlah orang yang dia kenal.Dengan tersenyum ku menyuruhnya untuk menerimanya.Dia pun langsung menegak habis air yang kuberikan.Tanpa sadar kuajak dia berbicara.Sholeh namanya,dia tak seperti anak lainnya yang beruntung.Di usianya,seharusnya ia tak lama menghabiskan waktunya di jalan.Dari pagi hingga sore ia memungut sampah untuk djual ke orang.Sangat berbeda bila kubandingkan dengan masa kecilku dulu.Satu keinginannya bersekolah kembali dan bermain dengan teman sebayanya.Suatu keninginan yang menggetarkan hatiku.Untuk berteman saja dia tak punya waktu apalgi untuk bersekolah.Sedangkan aku bisa bersekolah dan dapat bercanda dengan temanku semauku.Tersadar diriku bahwa tuhan telah memberikan pemberian yang tak pernah kusadari apalagi kusyukuri.
Sholeh adalah seorang anak yatim piatu.Tak kutanya kenapa orang tuanya meninggal.Ia tinggal bersama neneknya bersama adiknya.Dia tak terpaksa menjalani kehidupannya yang seperti ini.Karena dia ingin membantu neneknya.Aku pun terharu mendengarnya.Anak sekecil ini mempunyai pikiran untuk bisa membantu neneknya.Sedangkan aku hanya bisa menambah beban keluarga ini.Ada pelajaran yang kudapat dari teman baruku ini.Selama hidup kita masih ada tujuan janganlah untuk berpikir lelah apalagi mengeluh,jalankan apa adanya dengan ikhlas.
Sudah cukup rasanya aku berbicara dengan Sholeh.Ibuku sudah menelpon,pertanda untuk menyuruh cepat pulang.Aku pun melanjutkan perjalanan ke rumah.Di perjalanan aku berpikir kenapa dunia sepertinya tak adil bila ku membandingkan sholeh dengan anak lain seumurnya.Tapi karena sholeh aku pun percaya bahwa Tuhan akan selalu di sisi kita."Dunia memang terkadang tidak adil,tapi Tuhan tak akan pernah lupa kepada umatnya."
hari demi hari kau lalui
dengan ikhlas kau jalani
berjuta keringat kau basahi jalan ini
mencari nafkah di usia dini
apa yang akan terjadi esok hari
tak pernah terpikir hari ini
berjuanglah sobat kecilku
jangan kau putuskan asamu